Selasa, 20 November 2018

selamat tinggal



5 tahun sudah berlalu, kau pergi meninggalkan ku tanpa alasan yang pasti. hanya kaliamat mu yang selalu ku ingat  “tunggu aku di tempat ini, aku akan kembali untuk mu,aku pergi hanya 3 tahun tak lama dari itu.” numun dimana kamu sekarang, ini sudah lebih dari 3 tahun, bagai mana kabar mu,seperti apa diri mu,apa kamu lupa atau kamu sudah mendapat pengganti ku???.
Itu selalu mutar di pikiran ku, pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah terjawab selama ini.
Namun ku coba terus untuk mencari informasi tenatang nya di media social. dari mulai akun  pribadinya,bertanya ke teman-teman dekat nya ,sodara-sodarany,semuanya nihil tak ada yang menjawab satu pun dan tak ada yang memberi informasi tentang dia kepada ku.
Sempat ku berputus asa dan rasa nya ingin sekali mengakhiri hidup ku dengan harapan kalau dia sudah tiada aku ingin bertemunya di surga. tapi jika dia masih hidup aku ingin melihatnya datang menemuiku walau mungkin aku sudah tak bernyawa dan tak bisa bangun kembali.
Hari-hari ku selalu di selimuti ke gundaan dan air mata di setiap kali ku mengingat tentangnya . bayangan-bayangan ku denganya selalu saja muncul  “hehehehe kamu lucu deh”ucap nya  “lucu apanya emang nya aku badut apa lucu” bayangan itu membuat ku tersenyum sendiri.  “loh kamu kenapa ko nangis”   “aku gak apa-apa ko hanya saja tadi tersandung dan jatoh”  “sini aku tiupin biar cepet sembuh.”
“hey!!! Nak kenapa kamu menangis”ucap seorang wanita yang duduk di samping ku. Seketika aku tersadar dari lamunan itu  “emm,ngga apa-apa ko bu,hanya kelilipan”ucap ku. Sunggu bayangan-bayangan itu selalu membuat ku menangis.
Hingga pada akhir nya entah ada angin dari mana aku pun mendapat kan pesan dari nomor yang sama sekali tidak aku kenal  “maaf kayla bukan ya?”tulis di dalam pesan itu . aku pun membalas pesannya    “iya,ini siapa ya?” aku membalasnya sambil bertanya siapa yang mengirim pesan itu kepada ku.  “aku nisa kakak nya arman”balas nya yang ternyata kakak dari orang yang aku cari selama ini  “ooh,kak nisa,gimana kabar arman kak, aku sudah lama menunggu kabar dari nya”balas ku,saat itu hati ku mulai sedikit lega  “arman ingin bertemu denganmu,kamu bisa kan kesini sekarang.” 
Hati ku sangat lega dan senang arman meminta untuk bertemu dengan ku, pertanyaan-pertanyaan ku sudah mulai terjawab. Tapi kenapa ada yang janggal dengan semua ini ,kenapa arman gak menghubungi ku langsung, kenapa dia meminta aku untuk kerumahnya dan kenapa gak ngajak di tempat bisa ketemu. Ya sudah lah mungkin dia ingin aku lebih dekat lagi dengan keluarganya, perasaan ku pun tak karuan,kebahagianaan ku sudah mulai kembali,arman ku kembali.
Aku pun segera pargi ke rumah  arman untuk menemui nya,ku bawakan makanan favoritnya .
Setibanya di rumah arman aku pun di buat bingun,kenapa banyak orang!!, kenapa mereka menangis!!,ku langkankan kaki ku perlahan memasuki rumah arman.
Dan di dalam rumah pun banyak orang yang menangis. ada apa ini!!,kenapa semuanya mangis!! ,di mana arman!!,siapa  yang meninggal??.  Ka nisa pun menghampiri ku sambil mangis   “hiks…hiks….hiks…hiks…” dia memeluk ku sangat kencang.  Aku pun semankin bingung  “ada apa ya ka,ko pada nangis,arman mana ka”ujur ku bertanya kepada ka nisa  “arman hiks…hiks…”potong ka nisa  “arman kenapa ka?.”tanya ku dengan nada bergetar  “arman meninggal de hiks….hiks…”ujur ka nisa menunjuk kearah arman , membuta ku kaget dan lari memeluk arman yang sudah berbaring kaku. “de,ada surat dari arman untuk kamu,arman juga sudah harus di makam kan sekarang de kasihan kalau dia menunggu terlalu lama”ujur ka nisa memberikan surat itu pada ku  “di buka nya nanti ya de setelah kamu di rumah”lanjutnya . 
Air mata pun terus membasahi pipi ku dan ka nisa terus memeluk ku erat. Setibanya di pemakaman enatah hal apa yang mengingatkan ku tentang arman yang membuat ku menangis histeris seakan ku ingin sekali menyusulnya.                                                                                              
Selesai acara pemakaman aku pun segera pulang kerumah karna aku masih tak percaya orang yang aku tunggu kini harus tiada,aku ambil surat yang di berikan ka nisa . aku mulai membuka dan membacanya
“maafin aku Kayla aku sudah berbohong kepada kamu sebenarnya aku tidak pergi kemana-mana,aku hanya tidak ingin kamu tau penyakit yang aku derita selama ini,aku tidak ingin membuatmu sedih dan aku meminta waktu 3 tahun kepada mu karna aku berharap dalam 3 tahun itu menyakit ku akan sembuh atau setidak nya akan lebih membaik,tapi ternyata aku salah, penyakit ku semakin parah,keadaan ku semakin memburuk,karna itu aku tidak menemui mu  lagi,aku tak ingin melihat mu menangis dan aku mohon setelah kamu membaca surat ini kamu jangan menangis,buka lembar baru baru mu dan lupakan aku.
                                                                                       ARMAN.